HUKUM IDDAH DAN NAFKAH BAGI WANITA DITHALAQ
Abstract
Perceraian merupakan salah satu peristiwa hukum dalam kehidupan rumah tangga yang menimbulkan berbagai akibat hukum bagi suami dan istri. Salah satu konsekuensi hukum yang timbul setelah perceraian adalah kewajiban menjalani masa iddah bagi perempuan dan kewajiban pemberian nafkah iddah oleh mantan suami. Dalam praktiknya, pemenuhan hak nafkah iddah sering menjadi persoalan karena masih banyak mantan suami yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum iddah dan nafkah bagi wanita yang ditalak berdasarkan perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kepustakaan. Data diperoleh dari Al-Qur'an, Hadis, Kompilasi Hukum Islam, peraturan perundang-undangan, serta berbagai jurnal ilmiah terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iddah merupakan kewajiban syar'i yang bertujuan menjaga kejelasan nasab, memberikan kesempatan rujuk, melindungi hak perempuan, dan menjaga kemaslahatan keluarga. Selama masa iddah, perempuan yang ditalak raj'i berhak memperoleh nafkah dan tempat tinggal dari mantan suaminya. Dalam hukum positif Indonesia, hak tersebut diatur dalam Kompilasi Hukum Islam dan diperkuat melalui putusan Pengadilan Agama. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam aspek pelaksanaan putusan dan kesadaran hukum masyarakat.
References
Abdullah, M. (2021). Implementasi hukum nafkah iddah dalam perspektif hukum keluarga Islam. Jurnal Hukum Islam, 19(2), 145–160.
Ahmad, N., & Putri, S. (2024). Analisis penetapan nafkah iddah dan mut'ah dalam perkara cerai talak di Pengadilan Agama Surabaya. Journal of Economic and Law, 5(2), 112–128.
Ali, Z. (2021). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Anwar, M. (2021). Perceraian dalam perspektif hukum keluarga Islam kontemporer. Jurnal Al-Ahwal, 14(2), 87–101.
Arifin, S. (2022). Perlindungan hukum perempuan pasca perceraian dalam Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Syariah Indonesia, 11(1), 45–63.
Asri Devi, N. A., Khosim, A., & Ramdani, R. (2025). Penerapan norma hukum nafkah iddah dalam perkara cerai gugat: Analisis ratio decidendi putusan hakim pengadilan agama. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(1), 31–48.
Azzam, A. A., & Hawwas, A. W. (2021). Fiqh Munakahat. Jakarta: Amzah.
Basyir, A. A. (2020). Hukum Perkawinan Islam. Yogyakarta: UII Press.
Choirunnisa, L. (2023). Hak perempuan dalam masa iddah menurut hukum Islam dan hukum positif. Jurnal Al-Mizan, 7(1), 54–69.
Elsa, E., Yunus, M., & Fauziah, E. (2025). Analisis hukum Islam terhadap pelanggaran hukum iddah bagi wanita yang bercerai. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam, 5(2), 90–108.
Fadilah, N. (2023). Relevansi hukum iddah di era modern. Jurnal Hukum Islam Nusantara, 9(2), 91–108.
Fadhil, M., Hendra, M., & Suryani, D. E. (2023). Determination of iddah support through ex officio judges' rights in verstek talak divorce cases. Hermeneutika: Jurnal Ilmu Hukum, 7(2), 120–135.
Fauzan, M. (2022). Talak dan perceraian dalam perspektif maqashid syariah. Jurnal Ahkam, 18(2), 101–118.
Fuadi, M., Anggreni, D., & Fitriyani, N. (2024). Implementasi nafkah iddah dalam putusan Pengadilan Agama Lubuk Linggau. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 8(1), 55–71.
Hadi, A. M. A., Fathoni, A., & Amin, M. F. (2025). Implementasi perlindungan hukum terhadap pemenuhan hak perempuan pasca perceraian. Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 5(1), 10–27.
Hakim, R. (2021). Hukum Perkawinan Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Hardani, S., Erman, & Bratasena, I. P. (2025). Grey divorce dan implikasinya terhadap pelaksanaan iddah pada perempuan lansia. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(1), 67–84.
Hasanudin. (2020). Divorce and iddah in the Qur'an and Hadith perspective. Al Hakam: The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues, 1(1), 1–15.
Hidayat, A., & Syarifuddin, M. (2023). Pembaruan hukum perceraian dalam sistem peradilan agama Indonesia. Jurnal Al-'Adalah, 20(2), 77–95.
Inggarwati, I. B., Mujahidah, Q., Mawali, A. H., Basachroh, N. M., & Rosdiana. (2025). Perlindungan hak perempuan melalui kewajiban iddah pasca perceraian dalam hukum Islam. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 205–220.
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.
Ismail, R. (2021). Konsep talak dalam fikih empat mazhab. Jurnal Syariah dan Hukum, 15(1), 65–82.
Karim, A. (2023). Kedudukan nafkah iddah dalam hukum keluarga Islam Indonesia. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 12(3), 141–158.
Mahmud, M., Choeri, M., & Rosyada, F. (2025). Interpretasi kontemporer terhadap konsep iddah dalam perspektif maqashid syariah. Jurnal Mahkamah, 10(1), 73–91.
Mansur, H. (2020). Perlindungan hak-hak perempuan dalam perkara cerai talak. Jurnal Hukum Islam, 17(2), 133–149.
Mardani. (2022). Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.
Mughniyah, M. J. (2021). Fiqh Lima Mazhab. Jakarta: Lentera.
Nasution, K. (2022). Hukum keluarga Islam dan tantangan modernitas. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 15(1), 25–42.
Nisa, H., & Rahmah, L. (2024). Efektivitas pelaksanaan nafkah iddah dalam putusan Pengadilan Agama. Jurnal Yudisial Islam, 8(2), 77–95.
Pratama, A. (2023). Kewenangan hakim dalam menentukan nafkah iddah pasca perceraian. Jurnal Legislasi Islam, 8(2), 120–137.
Putra, D., Mariza, R., & Al-'Aina, S. (2024). Dinamika pemahaman masyarakat terhadap konsep iddah dalam perspektif hukum Islam modern. International Journal of Islamic Law, 6(1), 56–75.
Rahman, T. (2021). Perceraian dan rekonstruksi keluarga Muslim kontemporer. Jurnal Studi Islam, 13(2), 80–97.
Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Riadi, M., & Murjani. (2023). Penggunaan hak ex officio hakim dalam penetapan nafkah iddah pada perkara cerai talak. Mitsaq: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 9(1), 33–52.
Rofiq, A. (2022). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Rosyida, R. I., Maulidiyah, D. F., & Suherlan, W. A. S. (2025). Nafkah iddah bagi perempuan pasca perceraian dalam perundang-undangan Indonesia. Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 9(2), 308–317.
Sabiq, S. (2021). Fiqh Sunnah Jilid 2. Jakarta: Republika.
Samsuri, & Sayehu. (2024). Hadiths on thalaq and iddah with psychological and theological normative approaches. Jurnal Hukum Keluarga, 3(2), 99–117.
Sari, Y. (2022). Kedudukan perempuan dalam masa iddah menurut hukum Islam. Jurnal Al-Hukama, 7(2), 99–114.
Shihab, M. Q. (2022). Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati.
Simatupang, R., Adly, M. A., & Firmansyah, H. (2025). Dalil-dalil hukum thalaq dan implikasinya terhadap hak perempuan pasca perceraian. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 3(1), 179–194.
Subekti, T. (2023). Hak ekonomi perempuan setelah perceraian dalam hukum keluarga Islam. Jurnal Hukum dan Gender, 6(1), 55–70.
Susanto, A. (2024). Analisa hukum tentang penetapan nafkah iddah pasca perceraian (studi putusan Pengadilan Agama). Jurnal Ilmu Hukum Toposantaro, 4(1), 22–39.
Syarifuddin, A. (2021). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.
Umar, M., Adly, A., & Firmansyah, R. (2024). Kaidah fikih dalam penjatuhan talak perspektif hukum Islam. Relinesia: Jurnal Kajian Islam, 4(2), 201–218.
Wahbah Az-Zuhaili. (2021). Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.
Wahyuni, S. (2021). Implementasi Kompilasi Hukum Islam dalam penyelesaian perkara perceraian. Jurnal Al-Qanun, 18(1), 61–80.
Yusuf, M. (2023). Maqashid syariah sebagai pendekatan dalam reformasi hukum keluarga Islam. Jurnal Syariah Kontemporer, 10(2), 115–132.
Zakyyah, N., & Ridwansyah. (2024). Analisis disharmoni pengaturan nafkah iddah dalam Kompilasi Hukum Islam. Media Syariah, 26(1), 88–106.














