TRANSFORMASI KELEMBAGAAN SOSIAL DAN LITERASI KEAGAMAAN BERBASIS ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) DI DESA AIR JOMAN BARU

Authors

  • Irmayanti Mangunsong Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-Hikmah Kota Tanjung Balai
  • Ade Irmayani Ginting STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Indonesia
  • Khairiani Fitri Sitorus STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Indonesia
  • Satia STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Indonesia
  • Nadia Dwiayu Kusuma STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Indonesia
  • Nurhuda STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Indonesia
  • Sindi Wahyuni Ginting STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Indonesia
  • Aulia Rahmah STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Indonesia
  • Rindiyani STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Indonesia
  • Hafiz Fathurahman STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Indonesia

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam penguatan kelembagaan sosial dan literasi keagamaan masyarakat di Dusun V dan Dusun VI, Desa Air Joman Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kegiatan dilaksanakan oleh Kelompok 1 STAI Al-Hikmah Kota Tanjung Balai pada tahun 2026 dengan melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh agama, kelompok majelis taklim, serta remaja masjid. Pendekatan ABCD dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Program diarahkan pada penguatan kepemimpinan dan manajemen remaja masjid, kelas tahsinul Qur’an berbasis pendampingan, serta peningkatan akuntabilitas pengelolaan kas majelis taklim. Evaluasi perubahan pengetahuan dilakukan menggunakan desain one-group pretest-posttest terhadap 30 peserta dengan instrumen tes yang mencakup aspek kepemimpinan/manajemen dan pemahaman dasar tajwid. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 41,50 pada pre-test menjadi 84,20 pada post-test, sedangkan nilai N-Gain rata-rata mencapai 0,73 yang termasuk kategori tinggi berdasarkan kriteria Hake. Proporsi peserta yang mencapai skor di atas 75 meningkat dari 0% sebelum intervensi menjadi 90% setelah intervensi. Temuan tersebut menunjukkan adanya peningkatan capaian pengetahuan setelah pelaksanaan program. Namun, karena desain evaluasi tidak menggunakan kelompok kontrol, perubahan tersebut perlu dipahami sebagai peningkatan capaian setelah program dan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan kausal secara mutlak. Pendekatan ABCD memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenali dan memobilisasi aset manusia, sosial, fisik, finansial, dan lingkungan sebagai dasar penguatan kelembagaan sosial dan literasi keagamaan.

References

Chen, H., Xu, Y., Tackie, E. A., & Ahakwa, I. (2024). Assessing the impact of Asset-Based Community Development approach on rural poverty alleviation in Ghana: The moderating role of government policies. SAGE Open, 14(1), 1–19. https://doi.org/10.1177/21582440231226020

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809

Judiono, J., Hidayatulloh, T., Darmawan, D., Mardikaningsih, R., & Jamilah, J. (2026). Pemberdayaan masyarakat berbasis Asset Based Community Development (ABCD) melalui program bersih lingkungan dan penanaman TOGA di Desa Kedungrejo. Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(1), 94–111.

Kammer-Kerwick, M., Takasaki, K., Kellison, J. B., et al. (2022). Asset-based, sustainable local economic development: Using community participation to improve quality of life across rural, small-town, and urban communities. Applied Research in Quality of Life, 17, 3023–3047. https://doi.org/10.1007/s11482-022-10051-1

Khasanah, S., Salamah, S., Wijoyo, W., Kafabihi, K., & Taufiqurrahman, T. (2024). Implementasi Asset Based Community Development (ABCD) dalam mengembangkan pendidikan keagamaan dan ekonomi Desa Astanalanggar. Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 50–62. https://doi.org/10.47453/etos.v6i01.2923

Margayaningsih, D. I. (2024). Community participation in development planning: Building sustainable communities. International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics (SINOMICS Journal), 3(4), 1253–1262. https://doi.org/10.54443/sj.v3i4.410

South, J., Coan, S., Woodward, J., Bagnall, A.-M., & Rippon, S. (2024). Asset Based Community Development: Co-designing an asset-based evaluation study for community research. SAGE Open, 14(2), 1–12. https://doi.org/10.1177/21582440241240836

Wajdi, M. B. N., Sa’adillah, R. S. A. P., Ekaningsih, L. A. F., Rizal, H. S., & Fathurrohman, A. (2024). Asset-Based Community Development: Leveraging local strengths for empowering communities: A bibliographic analysis. Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 308–325. https://doi.org/10.29062/engagement.v8i1.1784

Downloads

Published

2026-09-29