INTEGRASI EDUKASI DAN AKSI SOSIAL DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SELAT LANCANG, KOTA TANJUNGBALAI
Abstract
Pemberdayaan masyarakat merupakan proses strategis untuk meningkatkan kemampuan individu dan kelompok dalam mengenali potensi, memahami persoalan, mengembangkan keterampilan, serta berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan sosialnya. Pemberdayaan yang berkelanjutan tidak cukup dilaksanakan melalui penyampaian informasi atau bantuan material, tetapi memerlukan integrasi antara edukasi dan aksi sosial. Edukasi berfungsi membangun pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat, sedangkan aksi sosial menjadi ruang penerapan pengetahuan melalui kegiatan kolektif yang menjawab kebutuhan nyata. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep integrasi edukasi dan aksi sosial dalam program pemberdayaan masyarakat serta merumuskan strategi penerapannya di Kelurahan Selat Lancang, Kota Tanjungbalai. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber kajian mencakup literatur tentang pemberdayaan masyarakat, pendidikan masyarakat, partisipasi warga, modal sosial, pengorganisasian komunitas, dan pembangunan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi edukasi dan aksi sosial dapat dikembangkan melalui identifikasi kebutuhan partisipatif, pendidikan berbasis masalah, pelaksanaan kegiatan kolektif, pendampingan, penguatan kelembagaan lokal, serta evaluasi yang melibatkan masyarakat. Bentuk kegiatan yang dapat dipertimbangkan meliputi edukasi kesehatan dan lingkungan, pengembangan keterampilan ekonomi, literasi digital, penguatan kepedulian sosial, serta kegiatan gotong royong. Keberhasilan pendekatan ini bergantung pada kualitas partisipasi, keberlanjutan pendampingan, kesesuaian program dengan kebutuhan warga, dan kemampuan masyarakat mengelola kegiatan secara mandiri.
References
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation’s place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213–235. https://doi.org/10.1016/0305-750X(80)90011-X
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Mansuri, G., & Rao, V. (2013). Localizing development: Does participation work? World Bank. https://doi.org/10.1596/978-0-8213-8256-1
Pemerintah Kota Tanjungbalai. (2017, April 6). Supervisi kelurahan oleh Tim 3 PKK Provinsi Sumatera Utara di Kota Tanjungbalai. https://tanjungbalai.org/agenda/supervisi-kelurahan-oleh-tim-3-pkk-provinsi-sumatera-utara-di-kota-tanjungbalai/
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Ruswinarsih, S., Budimansyah, D., Wahyu, W., & Sauri, S. (2025). Badingsanakan as social capital in character education: A qualitative analysis on Banjar society. Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan), 6(2). https://doi.org/10.26418/jppkn.v6i2.94727
Sjam, D. A. (2025). Peran pemberdayaan masyarakat dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.43153
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039














