SINERGI PENDIDIKAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT OLEH MAHASISWA DI DESA AIR JOMAN BARU, KABUPATEN ASAHAN

Authors

  • Al Fauzil Marpaung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-Hikmah Kota Tanjung Balai
  • Muryadho Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-Hikmah Kota Tanjungbalai
  • Andi Ramadona Silalahi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-Hikmah Kota Tanjungbalai
  • Imeldani Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-Hikmah Kota Tanjungbalai
  • Wulandari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-Hikmah Kota Tanjungbalai
  • Dian Lestari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-Hikmah Kota Tanjungbalai
  • Lisa Angeraini Putri Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-Hikmah Kota Tanjungbalai
  • Ni’mal Maula Azifa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-Hikmah Kota Tanjungbalai

Abstract

Pendidikan dan kepedulian sosial merupakan dua unsur yang saling berkaitan dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, tanggung jawab, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghubungkan proses pendidikan akademik dengan kebutuhan sosial melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, mengembangkan karakter, serta membangun hubungan kolaboratif dengan masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis sinergi pendidikan dan kepedulian sosial melalui kegiatan pengabdian mahasiswa serta merumuskan strategi pelaksanaannya di Desa Air Joman Baru, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Literatur yang dikaji mencakup pendidikan berbasis pengalaman, pemberdayaan masyarakat, partisipasi warga, modal sosial, pendidikan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat. Analisis dilakukan melalui identifikasi konsep, perbandingan literatur, dan sintesis gagasan untuk menyusun kerangka pengabdian yang mengintegrasikan edukasi dengan tindakan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi pendidikan dan kepedulian sosial dapat dikembangkan melalui identifikasi kebutuhan masyarakat, pendampingan pendidikan, edukasi kesehatan dan lingkungan, kegiatan gotong royong, penguatan literasi, serta evaluasi partisipatif. Pengabdian mahasiswa berpotensi memberikan manfaat timbal balik apabila masyarakat dilibatkan sebagai mitra sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Keberhasilan program bergantung pada kesesuaian kegiatan dengan kebutuhan warga, kualitas pendampingan, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan kegiatan setelah mahasiswa menyelesaikan program. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengabdian kepada masyarakat perlu dipahami sebagai proses pembelajaran dua arah yang menghubungkan kompetensi akademik mahasiswa dengan penguatan kapasitas dan kepedulian sosial masyarakat.

References

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394

Alim, D. R., Raihan, R. F. D., Pebriansah, R., Wicaksono, A., Septiansyah, M. R., Fahreza, T. B., Rasitman, R., Supandoyo, S., Badra, N., Sofian, A. A., & Utami, S. S. (2026). Pemberdayaan masyarakat di Desa Rumpin melalui edukasi madrasah dan penguatan kegiatan sosial. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 3025–3030. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.935

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225

Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.

Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94, S95–S120. https://doi.org/10.1086/228943

Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation’s place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213–235. https://doi.org/10.1016/0305-750X(80)90011-X

Dewey, J. (1938). Experience and education. Macmillan.

Freire, P. (2000). Pedagogy of the oppressed (30th anniversary ed.; M. B. Ramos, Trans.). Continuum. (Karya asli diterbitkan pada 1970)

Ife, J. (2013). Community development in an uncertain world: Vision, analysis and practice. Cambridge University Press.

Knowles, M. S., Holton, E. F., III, & Swanson, R. A. (2015). The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development (8th ed.). Routledge.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Rusdiyanto, D., Fadhilah, D., Sugara, U., Riska, F. M., & Supriyatin, S. (2025). Sinergi edukasi dan aksi dalam pengabdian masyarakat: Meningkatkan kesadaran pendidikan, kesehatan, dan lingkungan di Desa Sukoreno. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(5), 1100–1117. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i5.9336

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Woolcock, M., & Narayan, D. (2000). Social capital: Implications for development theory, research, and policy. The World Bank Research Observer, 15(2), 225–249. https://doi.org/10.1093/wbro/15.2.225

Downloads

Published

2026-10-13