PENGUATAN SOLIDARITAS SOSIAL MELALUI KEGIATAN KOLABORATIF MAHASISWA DAN MASYARAKAT DI DESA AIR JOMAN BARU KABUPATEN ASAHAN
Abstract
Solidaritas sosial merupakan unsur penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan kehidupan modern, penguatan solidaritas membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kepedulian sosial, memperkuat budaya gotong royong, meningkatkan partisipasi warga, serta membangun hubungan sosial yang berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran kegiatan kolaboratif mahasiswa dan masyarakat dalam memperkuat solidaritas sosial serta merumuskan strategi pelaksanaannya di Desa Air Joman Baru, Kabupaten Asahan. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Bahan kajian diperoleh dari literatur tentang solidaritas sosial, modal sosial, partisipasi masyarakat, pemberdayaan komunitas, pendidikan berbasis pengalaman, dan pengabdian kepada masyarakat. Analisis dilakukan melalui identifikasi konsep, perbandingan temuan literatur, dan sintesis konseptual untuk menyusun kerangka kegiatan kolaboratif yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan kolaboratif berpotensi memperkuat solidaritas melalui interaksi sosial yang intensif, pembagian tanggung jawab, pelaksanaan kegiatan bersama, komunikasi partisipatif, dan refleksi atas pengalaman kolektif. Bentuk kegiatan yang dapat dipertimbangkan meliputi gotong royong, edukasi masyarakat, pendampingan pendidikan, kegiatan lingkungan, bakti sosial, dan pengembangan keterampilan warga. Artikel ini menyimpulkan bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat perlu dikembangkan sebagai proses pemberdayaan dua arah yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga membentuk kepekaan sosial, tanggung jawab, dan pengalaman belajar mahasiswa.
References
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.
Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94, S95–S120. https://doi.org/10.1086/228943
Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation’s place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213–235. https://doi.org/10.1016/0305-750X(80)90011-X
Durkheim, E. (1984). The division of labor in society (W. D. Halls, Trans.). Free Press. (Karya asli diterbitkan pada 1893)
Freire, P. (2000). Pedagogy of the oppressed (30th anniversary ed.; M. B. Ramos, Trans.). Continuum. (Karya asli diterbitkan pada 1970)
Ife, J. (2013). Community development in an uncertain world: Vision, analysis and practice. Cambridge University Press.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik (Edisi revisi). Alfabeta.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Raji, M. N., & Korosando, F. (2025). Gerakan bakti sosial bersama mahasiswa dalam rangka memperkuat solidaritas kampus dan masyarakat Kelurahan Mautapaga Kecamatan Ende Timur. Insanta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 179–184. https://doi.org/10.61924/insanta.v3i3.102
Saputra, H. E., Yusuarsono, Y., Yanto, Y., & Imanda, A. (2021). Strengthening solidarity to enhance the role of new university students in community engagement. Indonesia Berdaya, 2(2), 183–192. https://doi.org/10.47679/ib.20211135
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Suhendi, C., Wahiddah, E. S., Intania Zahara, M., Rengganis, Y. A., Rusefa, R. M., & Almunawar, S. A. (2025). Kolaborasi mahasiswa KKN dan masyarakat dalam perayaan HUT RI dan HUT Desa Cimanggu: Strategi penguatan solidaritas sosial dan budaya lokal. Jurnal Pengabdian West Science, 5(5). https://doi.org/10.58812/jpmws.v5i05.3454
Woolcock, M., & Narayan, D. (2000). Social capital: Implications for development theory, research, and policy. The World Bank Research Observer, 15(2), 225–249. https://doi.org/10.1093/wbro/15.2.225














